Yes! Akhirnya Bisa Ngeblog Lagi
Setelah beberapa hari off, karena terputusnya jaringan telepon rumah dari hari Minggu hingga Rabu, akhirnya saya pun bisa ngeblog lagi. Kalaulah baru sekarang munculnya, itu karena adanya beberapa "PR" yang menuntut kosentrasi.
Semula saya merasa kesal bukan main dengan terputusnya jaringan telepon tersebut. Tapi setelah dipikir, ada hikmahnya juga. Dengan matinya koneksi internet saya bisa memikir ulang kegiatan blogging yang selama ini saya lakukan. Karena terus terang, ada perasaan jenuh yang menghinggapi pikiran saya. Saya butuh sesuatu yang baru!!!
Lantas saya pun berpikir untuk mempelajari Wordpress. Saya pilih WP karena WP merupakan "makhluk asing" yang "bahasa"-nya belum saya fahami. Siapa tahu dengan belajar WP ini ada pengetahuan-pengetahuan baru yang bisa saya bagi di sini. Ya, mudah-mudahan saya memiliki banyak kesempatan untuk mempelajarinya. Maklum, sebagai "kuli" kadang waktu untuk belajar itu sangat sedikit. Terlebih faktor usia yang sudah renta membuat otak ini agak susah untuk dipake mikir yang rumit-rumit. Tapi saya selalu optimis, saya pasti bisa, karena sejak dulu saya punya motto: "Batur ngadahar kejo, dek ngadahar kejo. Mun batur bisa, pasti dek ge bisa!" (Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jika orang lain bisa, pasti saya juga bisa!).
Mudah-mudahan. Amien....
Semula saya merasa kesal bukan main dengan terputusnya jaringan telepon tersebut. Tapi setelah dipikir, ada hikmahnya juga. Dengan matinya koneksi internet saya bisa memikir ulang kegiatan blogging yang selama ini saya lakukan. Karena terus terang, ada perasaan jenuh yang menghinggapi pikiran saya. Saya butuh sesuatu yang baru!!!
Lantas saya pun berpikir untuk mempelajari Wordpress. Saya pilih WP karena WP merupakan "makhluk asing" yang "bahasa"-nya belum saya fahami. Siapa tahu dengan belajar WP ini ada pengetahuan-pengetahuan baru yang bisa saya bagi di sini. Ya, mudah-mudahan saya memiliki banyak kesempatan untuk mempelajarinya. Maklum, sebagai "kuli" kadang waktu untuk belajar itu sangat sedikit. Terlebih faktor usia yang sudah renta membuat otak ini agak susah untuk dipake mikir yang rumit-rumit. Tapi saya selalu optimis, saya pasti bisa, karena sejak dulu saya punya motto: "Batur ngadahar kejo, dek ngadahar kejo. Mun batur bisa, pasti dek ge bisa!" (Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jika orang lain bisa, pasti saya juga bisa!).
Mudah-mudahan. Amien....