Israel Tak Akan Behenti Selama Dunia Masih Bersikap Banci
Entah yang keberapa kalinya Israel (Yahudi) melakukan pelanggaran kemanusiaan di tanah Palestina. Sejak berdirinya tahun 1948 atas bentukan Inggris, negara ini tidak henti-hentinya menunjukkan arogansi sebagai manusia terpilih menurut keyakinan mereka. Pembantaian demi pembantaian yang kerap kali dilakukan terhadap rakyat Palestina seolah menjadi pekerjaan rutin tentara-tentara Israel. Sungguh biadab, keji, barbar, dan tak berperikemanusiaan!Dan beberapa waktu lalu, kekejaman Israel ini kembali menggemparkan dunia. Setelah melakukan pembantaian di jalur Gaza, mereka menghadang bantuan kemanusiaan yang dibawa kapal Mavi Marmara dengan kekuatan militer. Dan dengan sadisnya tentara-tentara Israel itupun memukuli dan menembaki para aktivis kemanusiaan yang ada dalam kapat tersebut.
Dunia boleh saja membenci, mengutuk, dan menyerapahi tindakan keji bangsa Israel ini. Bahkan berjuta manusia di dunia boleh saja turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa dan membakar bendera mereka. Tapi selama masih sebatas caci maki yang tidak dibarengi dengan perlawanan setara, kekejaman Israel di Palestina akan terus berlanjut.
Tak ada resolusi yang benar-benar ampuh. Selama politik Amerika dan Eropa dikuasai AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), sebuah organisi Yahudi yang membiayai kegiatan para politikus Amerika, maka semua resolusi PBB akan terganjal dan tak bisa dilaksanakan.
Satu-satunya jalan untuk menghentikan kebiadaban mereka adalah dengan melakukan perlawanan setara. Senjata harus dilawan dengan senjata (bukan dengan batu). Kekuatan militer harus dilawan dengan kekuatan militer. Karena itu negera-negara di dunia, khususnya negara muslim, harus mengirimkan pasukan militer ke Palestina. Kenapa untuk Irak dunia bisa melakukannya tetapi untuk Israel tidak? Padahal Israel ini merupakan satu-satunya duri bagi perdamaian dunia sejak 62 tahun lalu, karena itu perlu dicabut sampai ke akar-akarnya.
Sikap banci dunia inilah yang membuat mereka selalu arogan dan merasa paling benar. Dan anehnya, hanya negara-negara Syiah (Iran, Suriah dan Libanon/Taliban) saja yang selalu bertindak jantan dengan memberikan perlawanan keras terhadap mereka. Sementara negara-negara Sunni (mayoritas penduduknya Sunni) lebih memilih bersikap banci, padahal mayoritas penduduk Palestina adalah penganut Sunni.